karakteristik akuntansi manajemen
Sabtu, 30 Mei 2015 - - 0 Comments
KATA
PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan nikmat dan kasih sayang – Nya, sehingga kelompok kami bisa
menyelesaikan makalah ini dengan baik yang berjudul “karakteristik akuntansi
manajemen’’.
Pentingnyas akuntansi manajemen dalam dunia bisnis,
yang semakin pesat perkembangannya.Semakin dekat terwujudnya ramalan kampung
dunia (global village), dan ekonomi negara –negara semakin terbuka dan pasar
semakin berfungsi. Hubungan ekonomi negara didunia semakin tergantung satu sama
yang lain,sehingga batas –batas ekonomi negara semakin kabur.
Dengan adanya makala ini, semoga kita semua dapat
mengetahui karakteristik akuntansi manajemen dengan baik.Sehingga kita dapat
menerapkan dalam dunia yang nyata untuk kemenjuan perekonomian bangsa ini dan
dapat bersaing dengan negara – negara yang maju.
Demikianlah makalah ini, apabila terdapat kesalahan
yang di sengaja atau tidak disengaja kami mohon maaf, dan makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan.
Jakarta,
11 mei 2014
DAFTAR ISI
Kata pengantar
............................................................................
Daftar isi
.....................................................................................
Bab 1 karakteristik Akuntansi Manajemen
................................. 1
Akuntansi
manajemen sabagai suatu tipe akuntansi.............................. 2
Perkembangan peran akuntansi manajemen sebagai Suatu
tipe
Akuntansi
........................................................................................
Akuntansi manajemen sebagai suatu tipe informasi
...........................
Manfaat informasi akuntansi manajemen
...........................................
Trend yang mempengaruhi akuntansi manajemen
.............................
Dampak perkembangan teknologi informasi terhadap
kebutuhan
Manajemen
akan informasi akuntansi .............................................
Respon akuntansi manajemen terhadap kebutuhan
manajemen
Akan
informasi akuntansi ................................................................
BAB 1
KARAKTERISTIK AKUNTANSI MANAJEMAN
Ada dua tipe akuntansi yaitu akuntansi keuangan dan
akuntansi manejeman.
Akuntansi manejeman memiliki dua arti : akuntansi
manejaman sebagai suatu tipe akuntansi dan akuntansi manajemn sebagai suatu
tipe informasi.
A.
AKUNTANSI MANAJEMAN
Akuntansi sebagai suatu sistem yang
mengolah masukan berupa data oprasi dan data keuangan untuk menghasilkan
keluaran berupa informasi akuntansi yangdibutuhkan oleh pemakai.
Akuntansi sebagai sistem pengolahan informasi keuangan
|
proses
|
data
masukan
keluaran
akuntansi
manajeman dapat di pandang dari dua sudut :
·
sebagai
salah satu tipe akuntansi , akuntansi manajeman merupakan suatu sistem
pengelolahan informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi
keuangan bagi kepentingan pemakai intern organisasi.
·
Sebagai
salah satu tipe akuntansi ,akuntansi manajeman merupakan tipe akuntansi
kuantitatif yang menggunakan uang sebagai satuan ukuran, yang digunakan untuk
membantu manajemen dalam pelaksanaan pengolahan perusahaan.
Jadi akuntansi manajemen adalah informasi manajeman, yang dimanfaatkan
terutama oleh pemakai intern organisasi.
1.
AKUNTANSI MANAJEMAN SEBAGAI SUATU TIPE AKUNTANSI
Akuntansi
adalah proses pengolahan data keuangan menghasilkan informasi keuangan yang
digunakan untuk memungkinkan pengambilan keputusan sebagai pertimbangan
berdasarkan informasi dalam pengambilan keputusan. Akuntansi dapat dibagi
menjadi dua tipe yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.
Karakteristik
akuntansi manajeman dapat dibandingkan dengan karakteristik akuntansi keuangan.
Akuntansi
keuangan merupakan tipe akuntansi yang mengelolah informasi keuangan yang terutana
untuk memenuhi keperluan manajeman puncak dan pihak luar organisasi, sedangkan
akuntansi manajeman merupakan tipe akuntansi yang mengelolah informasi keuangan
yang terutama untuk memenuhi keperluan manajeman dalam pelaksanaan fungsi
perencanaan dan pengendalian organisasi.
Pemakaian Informasi Akuntansi
Bagi
perusahaan yang besar, laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi dimanfaatkan
oleh pemakaian luar yang terdiri dari pemegang saham, kreditur, analis
keuangan, organisasi karyawan, dan berbagai instansi pemerintah. Para investor
membutuhkan informasi keuangan suatu perusahaan untuk mengambil keputusan
apakah meraka akan melakukan investasi dalam perusahaan tersebut atau perusahan
lain. Dalam setiap contoh diatas, pemakaian informasi keuangan oleh pihak luar
perusahaan dimaksudkan untuk menentukanhubungan pihak luar dengan
perusahaan. Pihak luar perusahaan tidak mengambil keputusan mengenai perusahan
itu sendiri atau bagiannya. Informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pihak luar
diolah dan di sajikan oleh tipe akuntansi keuangan.
Informasi
keuangan ini merupakan masukan yang penting bagi para manejer dalam pengolahan
perusahaan atau bagianya. Para manajer memerlukan informasi keuangan sebagai
dasar untuk mengambil keputusan mengenai perusahaan atau bagaian yang
dipimpinnya. Informasi keuangan yang dibutuhkan oleh para manajer tersebut
diolah dan disajikan oleh tipe akuntansi manajemen.
Perbedaan akuntansi keuangan dengan
akuntansi manajeman sebagai suatu sistem pengelolahan informasi keuangan
terletak pada:
1.
Dasar
pencatatan
Dalam akuntansi
manajeman, praktik-praktik yang telah terbukti bermanfaat dalam suatu
perusahaan diharapkan akan menyebar dan menjadi diterima secara luas
diperusahaan –perusahaan lain. Meskipun demikian, kriteria pokok yang digunakan
dalam akuntansi manajeman adalah efektif atau tidaknya suatu prinsip suatu
pengukuran atau metode bagi manajeman perusahaan secara induvidu. Tidak ada
organisasi yang berwewang untuk mengatur sanksi bagi perusahaanyang menolak
untuk menggunakan praktik-pratik akutansi manajeman. Sebagai contoh pendekatan
variable costing dalam menentukan kos produk (product cost). Meskipun pendekatan
ini tidak diterima namun, sangat bermfaat bagi manajemen ubtuk dasar
perencanaan laba jangka pendek, maka pendekatan ini sangat luas digunakan.
2.
Fokus
informasi
Akuntansi keuangan
terutama digunakan untuk mengolah informasi keuangan masa lalu untuk menggambarkan
pertanggungjawaban dana yang dipercayakan oleh pihak luar kepada manajemen
perusahaan. Dilain pihak, akuntansi manajemen di samping menghasilkan informasi
keuangan masa lalu, juga menyediakan informasi keuangan masa yang akan datang sebagai
salah satu dasar bagi manajemen dalam mengambil keputusan. Informasi keuangan
masa lalu dihasilkan oleh akuntansi manajemen untuk memenuhi keperluan
pertanggungjawaban keuangan kepada pihak intern maupun ektern perusahaan serta
untuk mengendalikan aktivitas perusahaan. Informasi keuangan masa yang akan
datang dibutuh oleh manajemen untuk kepentingan perencanaan perusahaan.
3.
Lingkup
informasi.
Akuntansi keuangan
mengelolah dan menyajikan informasi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Hal
ini disebabkan pemakai luar membuat keputusan tentang hubungan meraka dengan
perusahaan sebagai keseluruhan, bukan dengan bagiannya. Di lain pihak, akuntansi
manajkemen mengelolah dan menyajikan informasi keuangan bagian –bagian suatu
perusahaan untuk memenuhi keperluan manajer tertentu dalam suatu perusahan, dan
mengambil keputusan mengenai bagian pertanggungjawabannya.
4.
Sifat
laporan yang dihasilkan.
Laporan yang dihasilkan
oleh akuntansi keuangan umumnya berupa ringkasan yang berisi informasi yang
teliti. Hal ini disebabkan pemakaian luar memerlukan informasi keuangan yang
merupakan pertanggungjawaban penggunaan dana oleh manajemen dalam jangka waktu
tertentu. Dilain pihak, laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi
manajemen lebih rinci dan unsur taksiran lebih dominan dalam informasi yang
disajikan didalamnya.
5.
Keterlibatan
dalam perilaku manusia.
Akuntansi keuangan lebih
mementingkan pengukuran kejadian – kejadian ekonomi sedangkan akuntansi
manajemen lebih banyak bersangkutan dengan pengekuran kinerja manajemen
berbagai jenjang informasi. Akuntansi manajemen digunakan untuk mengukur
kinerja manajemen, maka aspek perilaku manusia dalam organisasi perlu
diperhatikan dalam pengelolahan informasi keuangan dalam akuntansi manajemen.
6.
Disiplin
sumber yang melandasi.
Akuntansi merupaka ilmu
terapan. Akuntansi mendasarkan diri pada suatu ilmu dasar atau disiplin sumber.
Akuntansi manajemen memiliki dua disiplin sumber yaitu ilmu ekonomi dan
psikologi sosial.
Akuntansi manajemen
dilandasi oleh ilmu ekonomi yang membekali manusia dalam mengalokasi sumber
daya dalam perusahaan dan ilmu psikologi sosial yang membekali prilaku manusia
dalam hubungan mereka dengan manusia lain dalam memenuhi kebutuhan mereka.
Hal yang sama di antara Akuntasi
Keuangan dan Akuntansi Manajemen
Ada dua hal yang sama dalam kedua
tipe akuntansi tersebut.
Yang
pertama, prinsip akuntansi yang diterima umum dalam akuntansi keuangan
kemungkinan besar juga merupakan prinsip pengukuran yang relevan dalam
akuntansi manajemen.
Yang kedua,
sama – sama menggunakan informasi oprasi yang sama sebagai bahan baku untuk
menghasilkan informasi yang disajikan kepada pemakaian.
2.
PERKEMBANGAN PERAN AKUNTANSI MANAJEMEN SEBAGAI SUATU TIPE AKUNTANSI
Peran
akuntansi manajemen sebagai sistem pengolah informasi keuangan dalam perusahaan
dibagi menjadi tiga tingkat perkembangan:
a)
Pencatan Skor
Akuntansi
manajemen mencatat skor dan
mengkomunikasi skor kepada manajer yang bersangkutan untuk memungkinkan
manajemen mengevaluasi pelaksaan rencana
yang telah disusun. Untuk memenuhi fungsi sebagai pencatat skor bagi manajemen,
akuntansi manajemen harus memenuhi
persyaratan : teliti, relevan, dan andal (reliable). Ketelitian pencatatan skor
setiap manajer merupakan syarat mutlak, karena informasi yang disajikan kepada
manajemen akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja mereka.
Relevan
informasi dengan keputusan yang akan dilakukan oleh pemakai informasi
dipengaruhi oleh pendekatan yang digunakan oleh akuntanmanajemen dalam
pengelolahan data akuntansi. Ada dua pendekatan akuntansi manajemen dalam
pengelolah informasinya yaitu the historical communication approach yang
bertujuan menghasilkan informasi historis yang unik untuk memenuhi segala macam
tujuan.The user decision model approach yang berpusat pada keputusan –
keputusan yang pontensial akan dipengaruhi oleh informasi akuntansi. Pendekatan
terakhir ini menggunakan rerangka (framework) berpikir : akuntansi manajemen
menyediakan informasi akuntansi yang relevan dengan keperluan pengambilan
keputusan, untuk mempermudah pemilihan alternatif yang akan dilakukan oleh
pengambil keputusan.
Relevansi
pencatat skor akan dicapai jika pencatat skor memehami aktivitasyang dilakukan
manajeman. Untuk dapat berfungsi sebagai pencatat skor yang baik , keandalan
adalah attibute lain yang harus dimiliki oleh informasi akuntansi manajemen.
b)
Penarik Perhatian
Sebagai penarik perhatian
manajemen, akuntansi menyajikan informasi penyimpangan pelaksaan rencana yang
memerlukan parhatian manajemen, agar manajemen dapat merumuskan tindakan untuk
mencegah berlanjutnya penyimpangan yang terjadi. Tahap perkembangan ini hanya
dapat dicapai jika akuntansi manajemen telah da[at menjadi pencatat skor yang
baik.
c)
Penyedia Informasi untuk Pemecahan Masalah
Jika manajemen telah
mengandalkan informasi yang dihasilkan akuntan manajemen, maka mereka akan
selalu mengundangnya dalam setiap pengambilan keputusanpemecahan masalah yang
akan mereka lakukan. Manajemen selalu menghadapi ketidakpastian dalam
memecahkan masalah. Untuk mengurangi ketidakpastian ini, manajemen memerlukan
informasi , di antaranya informasi akuntansi. Untuk informasi akuntansi ini,
manajemen akan berpaling kepada akuntansi manajemen untuk mengurangi
ketidakpastiannya. Jika informasi ini tidak tersedia atau tidak teliti, tidak
relevan, dan tidak dapat diandalkan, maka manajemen akan berpaling ke informasi
nonakuntansin untuk mengurangi ketidak pastiannya.
3.
AKUNTANSI MANAJEMEN SEBAGAI SUATU TIPE INFORMASI
Akuntansi
manajemen dipandang sebagai suatu tipe akuntansi yang merupakan suatu proses
informasi keuangan untuk mengolah informasi keuangan untuk memenuhi keperluan
para manejer dalam perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi.
Informasi merupakan suatu fakta, data,
pengamatan, persepsi, atau suatu yang lain, yang menambah pengetahuan.
Informasi diperlukan untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan
keputusan. Oleh karena itu, pengambilan keputusan selalu berusaha mengumpulkan
informasi untuk mengurangi ketidakpastian yang dihadapinya dalam memilih
alternatif tindakan tersebut. Akuntansi merupakan salah satu informasi
kuantitatif, dan akuntansi manajemen merupakan salah satu tipe akuntansi yang
diantar dua tipe informasi yang lain : informasi oprasi dan informasi akuntansi
keuangan.
Mengapa
Informasi Kuantitatif?
Umumnya
informasi kuatitatif lebih berperang dalam mengurangi ketidakpastian bila
dibandingkan informasi nonkuantitatif, sehingga umumnya dalam pengambilan
keputusan bisnis, manajemen lebih bertumpu
pada informasi kuantitatif . contohnya dalam pengambilan keputusan
investasi. Dengan memperoleh informasi kuantitatif tersebut, pengambilan
keputusan akan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai prospek investasi
yang direncanakan, karena ia dapat membandingkannya dengan informasi kuantitatif
yang lainnya. Informasi kuantitatif menjadikan pengambil keputusan lebih
memperoleh jaminan kepastian dalam pemilihan alternatif.
Mengapa
Informasi Akuntansi?
Accounting
is a business language. Akuntansi merupakan suatu bahasa bisnis.sebagai suatu bahasa, akuntansi
merupakan alat untuk berpikir manajer dalam bisnis dan untuk mengkomunikasikan
pikiran – pikiran bisnis manejer kepada bawahan dan atasannya, kepada manejer
lain, dan kepada pihak luar. Berpikir bisnis berati berpikir secara ekonomis
rasional.
Seorang
manejer tidak dapat berpikir ekonomis rasional jika ia tidak memiliki alat
berpikir untuk itu. Dan karenanya alat berpikir adalah bahasa, maka untuk
berpikir ekonomis rasional, seorang manejer harus menguasai bahasa untuk itu. Dan
juga harus menguasai accounting jargo. Contohnya, seorang manejer akan
mempertimbangkan keputusan investasinya bukan berdasarkan jumlah taksiran nilai
tunai aliran kas dari investasinya di masa yang akan datang, namun berdasarkan
nasihat “orang tua”.
Manejer
yang hanya mengetahui peran akuntansi sebagai pencatat informasi keuangan yang
telah terjadi di masa lalu, tidak akan berpikir secara bisnis dalam penyusunan
rencana dan mengendalikan aktivitas perusahaanya. Ludwig wittgenstein
mengatakan bahwa “ batas bahasaku
adalah batas duniaku “. Keterbatasan pengetahuan seorang manejer tentang
akuntansi sebagai bahan bisnis akan mengakibatkan tidak ketajaman analisis
bisnisnya dalam pengelolah perusahaannya.
Informasi akuntansi
Informasi akuntansi sebagai bahasa
bisnis dikelompokan menjadi tiga golongan:
1.
Informasi
akuntansi
Untuk melaksanakan
aktivitas perusahaan sehari-hari, manajemen memerurlukan berbagai informasi
oprasi seperti jumlah kilogram bahan baku yang dipakai dalam produksi, jumlah
sediaan (inventory) produk jadi yang ada di gudang, jumlah produksi hari ini,
jumlah jam kerja karyawan dalam satu minggu, dan jumlah produkyang dijual hari
ini.
2.
Informasi
akuntansi keuangan
Informasi akuntansi
keuangan diperlukan baik oleh manajemen (biasanya manajemen puncak ) maupun
pihak luar perusahaan seperti pemengang saham, bankir dan kreditur yang lain,
instansi pemerintah, dan pihak luar yang lain.
3.
Informasi
akuntansi manajemen
Informasi akuntansi
manajemen diperlukan oleh manajemen untuk melaksanakan dua fungsi pokok
manajemen : perencanaan dan pengendalian aktivitas perusahaan. Kegiatan
perencanaan meliputi pengambilan keputusan pemilihan alternatif tindakan dari
perbagai alternalif yang mungkin dilaksanakan di masa yang akan datang. Dalam
pengambilan keputusan paa dasarnya meliputi kegiatan perumusan kegiatan
perumusan masalah, penentukan berbagai alternatif tindakan untuk memecahkan
masalah tersebut, analisis konsekuensi setiap alternatif tindakan sehingga
dapat dilakukan alternatif terbaik.
4.
TIPE INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
Informasi
akuntansi manajemen dapat dihubungkan dengan tiga hal:
Akuntansi manajemen dihubungkan dengan objek informasi,
seperti produk, derpartemen, atau aktivitas, maka akan dihasilkan konsep
akuntansi penuh. Akuntansi manajemen dibuhungkan dengan alternatif yang akan
dipilih, maka akan dihasilkan konsep akuntansi diferensial, yang alternatif.
Akuntansi manajemen dihubungkan dengan wewenang manejer, dihasilkan konsep
infoermasi akuntansi pertanggungjawaban, yang terutama bermanfaat untuk
mempengaruhi prilaku manusia dalam organisasi.
MANFAAT
INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
Di dalam
bagian ini diuraikan secara ringkas konsep dan kegunaan setiap tipe informasi
akuntansi manejemen :
·
Informasi Akuntansi Penuh
Informasi akuntansi penuh dapat mencakup informasi masa lalu
maupun informasi akan datang. Informasi ini mencakup informasi aktiva,
pendapatan, dan atau biaya. Informasi akuntansi penuh selalu dihubungkan dengan
objek informasi yang dapat berupa satuan usaha, produk, departemen, atau
aktivitas.
Informasi akuntansi
penuh yang berisi informasi masa lalu bermanfaat untuk: laporan informasi
keuangan kepada manajemen puncak dan pihak luar perusahaan, analisis untuk
menghasilkan laba. Dan informasi akuntansi penuh berisi informasi akan datang
bermafaat untuk : penyusunan program, penentuan harga normal, penentuan harga
transfer, dan penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah.
·
Informasi Akuntansi Diferensial
Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan
aktiva, pendapatan, dan atau biaya dalam alternatif tindakan yang lain.
Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok: merupaka informasi masa yang akan datang dan
berbeda di antara alternatif yang dihadapi oleh pengambilan keputusan. Manfaat
informasi masa yang akan datang yaitu
untuk pengambilan keputusan pemilihan alternatif, baik jangka pendek maupun
jangka panjang.
·
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupaka informasi aktiva,
pendapatan, dan atau biaya yang dihubungankan dengan manajer yang
bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu. Pelaksanaan anggaran
tersebut memerlukan informasi akuntansi guna memantau sampai berapa jauh setiap
manajer tersebut melaksanakan rencananya. Informasi akuntansi
pertanggungjawaban dengan demikian merupakan dasar untuk menganalisis kinerja
manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam pelaksanaan rencana
mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing.
Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi
yang penting dalam proses pengendalian manajemen karena informasi tersebut
menekankan hubungan antara informasi keuangan dengan menejer
pertanggungjawaban terhadap perencanaan
dan pelaksanaan.
5.
TREND YANG MEMPENGARUHI AKUNTANSI MANAJEMEN
Pada awal perkembangannya (sampai dengan tahun 1914),
akuntansi manajemen berorientasi pada penentuan kos produk dengan pelusuran
profitabilitas produk secara induvidual dan pengunaan informasi tersebut untuk
pengambilan keputusan strategik.
Mulai tahun 1925 ,dengan perkembangkan pasar modern di U.S.A,
hampir semua usaha akuntansi manajemen untuk menghasilkan informasi bagi
pemakai intern kemudian di hentikan dan di ganti dengan penentuan kos sediaan (investory
costing), yang merupakan pembebanan biaya produksi kepada produk sedemikian
rupa sehingga kos sediaan dapat dilaporkan kepada pemakai luar dalam laporan
keuangan. Kenyataannya pada saat itu informasi biaya produk secara induvidual
yang lebih rinci dan teliti tidak diperlukan. Selama perusahaan memiliki produk
yang homogen,yang mengkonsumsi sumber daya dengan proporsi yang sama, informasi
yang disediakan oleh sistem akuntansi biaya lebih berorentasi kepenyediaan
informasi keuangan bagi pemakai luar adalah cukup baik.
Pada tahun 1950-an dan tahun 1960-an dierkenalkan variable
costing untuk penyempurnaan penentuan kos produk pada dasarnya ditunjukan
untuk memperbaiki penentuan kos sediaan yang disajikan dalam neraca dan dalam
perhitungan laba rugi. Oleh karena itu sistem akuntansi baru muncul , trend
yang menyebabkan perubahan akuntansi manajemen adalah :
1.
Kemajuan
Teknologi Iinformasi
Perkembangan teknologi informasiyang
sangat pesat menyebabkan perubahan besar salah satunya dalam dunia bisnis,
pemanfaatan teknologi informasi menyebabkan perubahan yang luar biasa dalam
persaingan, produksi, pemasaran, pengelolahan sumber daya manusia, penanganan
transaksipertukaran antara perusahaan customer-nya dan dengan perusahaan
lain. Akuntansi manajemen mampu melakukan rekayasa informasi yang sebelumnya
tidak mungkin dilaksanakan dengan cara manual.
Sifat persangan yang tajam dan global
menyebabkan laba yang diperoleh perusahaan – perusahaan yang memasuki tingkat
persaingan dunia menjadi menciut.
Persaingan tingkat dunia yang tajam
menyebabkan para investor mengarahkan penanaman dana mereka kedalam usaha-usaha
yang kemampuan besar mengahasilkan laba. Sedangkan penciutan laba memaksa
manajemen mencari berbagai strategi baru yang menjadikan perusahaan mampu
bertahan dan berkembang dalam tingkat persaingan dunia. Perkembangan teknologi
informasi mengakibatkan custumer mudah melakukan akses terhadap mutu
produk dan jasa yang mereka beli. Harga murah hanya dapat dihasilkan oleh
produsen yang secara berkelanjutan melakukan improvement terhadap aktivitas – penembahan nilai (valueadded
activities),dan yang senantiasa berusaha mengurangi atau menghilangkan aktivitas-bukan-penambahan
nilai (non-value-added activites)bagi customer. Dengan demikian cost effectiveness menjadi salah satu
faktor untuk memenangkan persaingan jangka panjang di pasar.
Value-added activities strategy
versus non-value-addedactivities strategy.Dalam proses pembuatan produk
diperlukan throughput time yang merupakan keseluruhan waktu yang
diperlukan untuk mengelolah bahan baku menjadi bahan baku jadi. Seberapa besar
non-value-addedactivities. Proses produksi yang ideal akan menghasilkan throughput
time yang sama dengan processing time.Manufatur turing cycle efficiency (
MCE ) dapat diukur dengan cara sbb:
processing
time
MCE =
Throughput
time
Jika proses pembuatan menghasilkan
MCE sebesar 1, maka non-value-added telah dapat dihilangkan dengan proses
pengolahan produk, sehingga costumer produk tersebut tidak dibebani dengan
biaya – biaya untuk aktivitas-bukan-penembahan nilai bagi mereka. Sebaliknya,
jika proses pembuatan produk menghasilkan MCE kurang dari satu, berarti proses
pengelolahan produk masih mengunakan aktivitas-bukan-penembahan bagi customer.
Technologi –driven strategy versus
market-driven strategy adalah suatu cara berpikir manajemen yang meletakan teknologi sebagai
pendorong perusahaan dalam memesuki pasar. Sebagai negara yang memenangkan
perang dunia 11 amerika dapat masuk kedalam pasar dunia tanpa ada hambatan yang
berarti. Tadak demikian dengan dengan jepang yang harus masuk dengan memilih market – driven strategy adalah suatu cara
berpikir manajemen yang memberi prioritas kepada persyaratan pasar atau customer
dibandingkan dengan keterbatasan yang dimiliki oleh perusahaan.
Dengan sistem ini manajemen dipaksa
untuk menghilangkan hambatan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pasar atau customer.
Time
and motion Acceptable quality EOQ
Study level safety stock
Throughput time =
Prosessing Time + Inspection Time +
Moving Time + Waiting/strorage time
Value-added
activities Non-value-added
activities
Gambar 1.7. Penekanan manajemen Amerika
terhadap penyempurnaan value-added activities
JIT
TQC Celullar
JIT
Manufacturing
Zero defact Manufacturing Zero inventory
Throughput time =
Prosessing Time + Inspection Time +
Moving Time + Waiting/strorage time
Value-added
activities Non-value-added
activities
Gambar 1.8. Penekanan manajemen Jepang terhadap
penghapusan non-value-added activities
Implementasi JIT Manufacturing
Just- in time (JIT) merupakan manufacturing
philosophy yang telah diterapkan di jepang dan amerika. Dengan filosofi ini,
perusahaan dan dapat memproduksi atas dasar permintaan, tanpa memanfaatkan
tersediannyasediaan dan tanpa menanggung biaya sediaan. Setiap oprasi hanya
memproduksi untuk memenuhi permintaan dari oprasi berikutnya. Dalam JIT,
produksi ditentukan oleh permintaan. JIT merupakan usaha untuk menggurangi
waktu penyimpangan ( storage time )yang merupakan salah satu akibat dari
aktivitas – bukan – penambahan nilai bagi customer (non – value – added
aktivities). JIT mempunyai dampak signifikasikan terhadap tingkat sediaan, tata
letak pabrik (plant layout), dan penyedian jasa pendukung.
JIT dan sedian. Salah satu dampak JIT manufacturing
adalah kekurangan sediaan ke tingkat
yang sangat rendah dibandikan dengan sistem produksi yang tredisional. Dalam
sistem produksi tradisional, bahan disediakan dan suku cadang diproduksi dan
ditransfer ke oprasi berikutnya tanpa memperhatikan permintaan dari oprasi
berikutnya. Dalam sistem tersebut, sediaan akan terjadi jika produksi melebihi
jumlah yang diminta.
JIT
dan cellular manufacturing. Dalam sistem ini mesin yang memiliki fungsi yang sama
ditempatkan bersama dalam suatu daerah yang disebut departemen atau proses. Berbeda dengan JIT yang mengubah
pola tata letak mesin tersebut dengan membentuk manufacturing cell yang terdiri
dari mesin-mesin yang dikelompokkan dalam suatu keluarga mesin dan daapat
digunakan untuk melaksanakan berbagai operasi yang berurutan dalam memproduksi
produk tertentu. Sehingga, karyawan memiliki keterampilan beragam yang mampu
mengoperasikan semua mesin yang ada dalam cell.Karyawan yang memiliki keahlian yang sama dalam
mengoprasikan mesin ditempatkan dalam departemen untuk mengoprasikan satu
kelompok mesin yang sama.
Departemen
1 Departemen 2 Departemen3
|
pengesahan
|
|
pemotongan
|
|
pembubutan
|
Produk B B B
A
|
Produk jadi
|
|
Produk jadi
|
Gambar 1.11
tata letak mesin dalam sistem produksi tradisional
JIT dan Desentralisasi Jasa Pendukung
JIT
memerlukan akses yang cepat dan mudah terhadap jasa pendukung. Oleh karena itu,
departemen jasa yang dibentuk untuk melayani secara terpusat semua departemen
produksi perlu diperkecil skalanya dan karyawannya dibebani tugas untuk sevara
langsung mendukung produksi dalam cell tertentu.
2.Meningkatnya Tuntutan Mutu
JIT manufacturing menuntut ketepatan waktu produksi
yang menyerahkan produk akhir kepada customer maupun produk antara dari
satu tahap produksi ketahap produksi selanjutnya. Untuk menghasilkan produk
yang sesuai dengan spesifikasi mutu yang dijanjikan keoada customer dibutuhkan
pengendalian penyeluruhan atau total quality control (TQS). TQS merupakan konsep
pengendalian yang meletakan tanggung jawab pengendalian di punda setiap
karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan produk, sejak desai sampai proses
produksi, sampai produk mencampai pembeli. Tanggung jawab pengendalian produk
bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi pengendalian mutu ( Departemen
Pengendalian Mutu). Konsep pengendalian mutu tradisional menitikberatkan pada
identifikasi kesalaha, bukan pada pencegahan terjadinya kesalahan. Konsep ini
menggunakan pendekatan acceptable
quality level (AQL), yang dapat menerima produk rusak atau cacat sampai
tingkat tertentu.
Meningkatnya Diversifikasi dan
Kompleksitas Produk, serta Semakin Pendeknya Daur Hidup Produk
Dengan peralatan modern yang dikendalikan dengan komputer,
pabrik mampu menghasilkan produk yang kompleks yang memerlukan pelusuran biaya
yang tidak seerhana kedalam kos produk. Pemanfaatan komputer untuk memudahkan
desain dan pengentasan hasil desain produk menyebabkan inovasi produk sangat
pesat sehingga daur hidup produk (product life cycle) menjadi sangat pendek.
Semakin pendeknya daur hidup produk semakin memerlukan perencangan yang matang
keseluruhan pendapatan dan biaya yang diproyeksikan selama daur hidup produk,
agar inventasi yang dilakukan oleh perusahan untuk desai dan pengembangan
produk dan untuk mesin yang ekuipmen yang bersangkutan produk dapat tertuyup
dari kas masuk bersih selama daur hidup produk yang diperlukan.
Computer – Intergrayed Manufacturing
Teknologi
informasi maju yang diterapkan dalam
proses pengolahan produk menjadikan perusahaan manufactur fleksibel
dalam memberikan respon terhadap perubahan kebutuhan pasar. Dengan demikian,
teknologi informasi memungkinkan perusahaan manufaktur menerapkan market-driven
strategy dengan menghilangkan hambatan-hambatan teknologi didalam memenuhi
kebutuhan pasar. Pemanfaatan computer di dalam seluruh tahap pembuatan produk,
mulai dari tahap desain, proses produksi, sampai dengan distribusi produk,
mengubah secara mendasar proses pembuatan produk dan system informasi yang
digunakan oleh manajemen di dalam mengelolah pabrik modern. Computer
memungkinkan digunakannya computer-aided
design (CAD) dan computer aided engineering (CAE) dalam tahap desai produk,
sehingga pabrik-pabrik modern mampu melakukan inovasi yang luar biasa cepatnya
dan mampu menghasilkan produk-produk dengan desain yang sempurna. Computer juga
mengubah tahap proses pengolahan produk dengan digunakannya computer-aided
manufacturing (CAM) flexible manufacturing system (FMS) dan computer intergrated
system (CIM)
Computer
aided design (CAD) merupakan perangkat lunak yang memungkinkan perancang produk
dengan mudah dan cepat menuangkan ide rancangan nya dengan bantuan computer dan
melakukan simulasi secara eletronik.
Computer
Aided Engineering (CAE) informasi yang dihasilkan proses desain dengan CAD
kemudian diolah dengan CAE untuk memungkinkan perancang produk melakukan
pengujian secara eletronik mengenai laik tidaknya produksi hasil rancangannya
berdasarkan mesin mesin yang dimiliki perusahaan dan sekaligus dapat
diperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi produk yang dirancang.
Computer
Aided Manufacturing (CAM). Informasi rancangan produk yang dihasilkan dalam
proses deain dengan bantuan CAD dan CAE kemudian ditranfer kedalam CAM. Cam
mencakup proses perencanaan dan penjadwalan produksi, robotic equipment
penanganan bahan secara otomatis, dan pengendalian mutu dengan bantuan
computer.
Flexible
Manufacturing System (FMS). FMS merupakan pengelompokkan dua atau lebih mesin
yang dapat deprogram, yang mampu berpindah dari satu operasi produksi produk
satu ke produk yang lain.
Computer
Integrated Manufacturing (CIM). Teknologi computer telah mampu merealisasikan
impian pabrik yang sepenuhnya otomatis, sejak desain produk dengan CAD,
pengujian produk dengan CAE, pengolahan produk dengan CAM perencanaan berbagai
sumber daya untuk memproduksi dengan manufacturing resource planning (MRP II)
sampai dengan perencanaan proses produksi dengan manufacturing process planning
(MPP). Dengan CIM pabrik sedemikian fleksibel sehingga mampu (1) menghasilkan
tiruan suatu produk sebagai tes dengan biaya yang sangat rendah, (2) mengubah
dari production run yang satu ke production run yang lain hanya dalam beberapa
menit atau detik dan (3) menyesuaikan perubahan frefensi pasar hanya salam
waktu yang sangat singkat. Dengan digunakannya CIM dalam pabrik,perusahaan
mampu memproduksi produk berdasarkan order bukan berdasarkan prakiraan.
6.
DAMPAK
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KEBUTUHAN MANAJEMEN AKAN INFORMASI AKUNTANSI
Perkembangan
teknologi informasi mempunyai dampak terhadap teknologi pembuatan produk, sejak
saat didesain dan dikembangkan, diproduksi, sampai dengan didistribusikan
kepada konsumen. Disamping itu, perkembangan teknologi informasi mempunyai damp[ak
terhadap system pengolahan informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan
manajemen.
a)
Informasi
Biaya Produk yang Cermat
Persaingan
tingkat dunia memaksa manajemen perusahaan memperhitungkan dengan cermat biaya
produk mereka dengan tujuan: (1) konsumen tidak dibebani biaya bukan penambahan
nilai (non-value-added costs) bagi mereka, (2) laba yang diperboleh perusahan
yang memasuki persaingan global dan tajam adalah rendah sehingga hanya
perusahaan-perusahaan yang cost-effective saja yang mampu bertahan dan
berkembang dalam situasi persaingan semacam itu. Dengan demikian, manajemen
perusahaan-perusahaan yang memasuki persaingan global memerlukan informasi
biaya produk mereka jauh lebih cermat.
b)
Informasi
Biaya Overhead yang Cermat
Penggunaan
teknologi maju dalam proses manufaktur menyebabkan kenaikan yang signifikan
persentase biaya overead pabrik dalam struktur biaya produk. Besarnya proporsi
biaya overhead pabrik dalam keseluruhan biaya produk tersebut memaksa manajemen
untuk tidak sekedar mengalokasikan biaya tersebut kepada produk, namun
mendorong manajemen untuk mencari cara agar mereka mampu mengelola biaya
tersebut. Biaya overhead pabrik yang besar memerlukan teknologi pengelolaan
biaya yang dirancang untuk memungkinkan
manajemen memantau konsumsi sumber daya dalam setiap aktifitas yang
dilaksanakan untuk menghasilkan produk. Manajemen memerlukan informasi konsumsi
sumber daya dalam setiap aktivitas perusahaan untuk menghasilkan produk agar
mereka mampu melakukan perbaikan secarta terus menerus terhadap value added
activities dan dapat menghilangkan non value added activities. Dalam posisi ini
manajemen akan mampu menjadikan perusahaannya cost-effective, salah satu daya
saing (competitive edge) yang harus dimiliki oleh perusahaan-perusahaan kelas
dunia.
c)
Informasi
Biaya Daur Hidup Produk
Dengan
pesatnya perkembangan pemanfaatan computer dalam tahap desain, engineering, dan
produksi, jarak waktu yang diperlukan dari ide rancangan sampai dengan produksi
menjadi sangat pendek. Kondisi ini memungkinkan perusahaan-perusahaan kelas
dunia memilih strategi inovasi sebagai senjata untuk memenangkan perebutan
pasar dunia. Strategi ini menjadikan daur hidup produk (produk life cycle)
menjadi pendek. Oleh karena itu, manajemen yang bersaing di kelas dunia, tidak
lagi cukup hanya memperoleh informasi biaya periodic yang dihasilkan oleh
system akuntansi biaya tradisional, namun jauh lebih penting dari itu,
manajemen memerlukan informasi product life cycle costs. Informasi product life
cycle costs memungkinkan manaemen melakukan strategic cost analysis pada saat
mempertimbangkan peluncuran produk baru, penghentian produksi produk yang ada,
dan product profitability analysis.
7) RESPON AKUNTANSI MANAJEMEN TERHADAP
KEBUTUHAN MANAJEMEN AKAN INFORMASI AKUNTANSI
Untuk memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi
didalam perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknologi informasi maju,
akuntansi manajemen melakukan beragai peruahan yang sifatnya mendasar sebagai
berikut.
o
akuntansi manajemen melepaskan
dominasi akuntansi keuangan dengan memfokuskan perekayasaan informasi akuntansi
untuk memenuhi kebutuhanmanajemen.
o
Akuntansi manajemen memanfaatkan
teknologikomputer untuk merekayasa
informasi biaya produk yang lebih cermat.
o
Akuntansi manajemen berusaha
mencerminkan konsumsi sumber daya dalam setiap aktivitas untuk menghasilkan
produk dengan menerapkan activity-based cost system
o
Akuntansi manajemen menciptakan
target costing untuk memungkinkanmanajemen menerapkan market-driven strategy
dalam memasuki pasar dunia
o
Akuntansi manajemen menyajikan
informasi product life cycle cost untuk memungkinkan manajemen melakukan
strategic cost analysis
a)
Pembebasan
Akuntansi manajemen Dari Dominasi
Akuntansi Keuangan
Jika
diperhatikan pada awal mula perkembangannya, akuntansi manajemen berorientasi
kepada penyediaan informasi akuntansi bagi kepentingan pemilik dan pemimpin
perusahaan. Namun dalam perkembangannya, akuntansi keuangan sangat mendominasi
perancangan system akuntansi manajemen untuk memenuhi kebutuhan pihak luar perusahaan. Sebagai respon
terhadap kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi manajemen, diperlukan
perubahan orientasi, dari yang terpusat
kepada pemenuh kebutuhan pihak luar, ke
yang terpusat kepada penyediaan informasi akuntansi bagi pihakintern sendiri.
Teknologi Informasi
Dengan memanfaatkan teknologi
informasi pada tingkat perkembangannya sekarang, akuntansi manajemen mampu
menyediakan informasi akuntansi untuk memungkinkan manajemen memantau konsumsi
berbagai sumberdaya dalam semua aktivitas untuk menghasilkan berbagai produk
atau jasa.
Activity-Based Cost System
System ini
merupakan salah satu wujud pelepasan akuntansi manajemen dari dominasi
akuntansi keuangan. System ini dirancang
atas dasar landasan pikiran bahwa produk memerlukan aktivitas dan aktivitas
mengonsumsi sumber daya. Lihat gambar 1.11 yang melukiskan hakekat activity
=-based cost system. Jika manajemen melayani kebutuhan konsumen dengan filosofi
bahwa perusahaan tidak akan membebani konsumennya dengan
aktivitas-bukan-penambah nilai bagi konsumen, maka manajemen akan senantiasa
berusaha melakukan penyempurnaan terhadap berbagai aktifitas untuk menghasilkan
produk atau jasa yang diserahkan kepada konsumen. Manajemen yang mendasarkan
usahanya atas filosofi tersebut memerlukan informasi untuk memungkinkan mereka
melakukan perencanaan dan pengendalian terhadap berbagai aktivitas untuk
menghasilkan produk atau jasa. Oleh karena itu, informasi akuntansi yang
dirancang atas dasar aktivitas (activity-based cost system) merupakan system
akuntansi yang relevan dengan kebutuhan manajemen saat sekarang.
Target Costing
Target Cost adalah perbedaan
antara harga jual produk atau jasa yang diperlukan untuk mencapai pangsa pasar
(market share) tertentu dengan laba per satuan yang diharapkan. Jika target
cost dibawah harga pokok produk yang sekarang dapat dicapai,maka manajemen
harus merencanakan program pengurangan biaya untuk menurunkan biaya yang
sekarang dikonsumsi untuk menghasilkan produk ke target cost
Product-life Cycle Costing
Daur hidup produk (product
life cycle) adalah waktu suatu produk mampu memenuhi kebutuhan konsumen-sejak
lahir sampai diputuskan dihentikan pemasarannya. Biaya daur hidup produk adalah
biayab yang bersangkutan dengan produk selama daur hidupnya, yang meliputi:
biaya pengembangan (perencanaan, desain, pengujian), biaya produksi (aktivitas
pengubahan bahan baku menjadi produk jadi), dan biaya dukungan logistic
(iklan,distribusi, jaminan, dam sebagainya).
Meskipun
informasi biaya daur hidup diperlukan oleh semua perusahaan manufaktur, namun
yang paling memerlukan ialah perusahaan manufaktur yang produknya mempunyai
daur hidup pendek . produk harus dapat menutup semua biaya daur hidupnya dan
menghasilkan laba tertentu selama daur hidupnya, jilka produk mempunyai daur
hidup panjang, perusahaan dapat menaikkan labanya dengan mengubah harga jual
produk dan dengan mengubah komposisi produk yang dijual.
DAFTAR
PUSAKA
Anthony, Robert N. dan James S.
Reece . Accounting: Text and Cases. 3th . ed. Homewood, Illinois: Richad D. Irwin, Inc.,1989
Arnold, John dan Tony Hope. Accouting
For Management Decisions. Englewood Cliffs: Prentice/ Hall International,
1983
Ashton John Trevor Hopper. Robert
W. Scapens. Issues in Management Accouting. New York: Prentice – Hall
International, 1991
Berliner, Callie dan James A.
Brimson (Eds). Cost Management for Today’s Advanced Manafacturing: The
CAM – I Conceptual Desaing. Boston :Mass.:Havard Business Scholl Press, 1988
Belkaoui, Ahmed. Cost
Accounting: Multidimentional Emphasis. Chicago: The Dryden Press, 1983
This entry was posted on 22.02
You can follow any responses to this entry through
the RSS 2.0 feed.
You can leave a response,
or trackback from your own site.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar